Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Flag Counter

Rute pengalihan Lalin saat demo anti korupsi 9 des 2009


Rute pengalihan Lalin saat demo anti korupsi 9 des 2009

http://news.okezone.com/images-data/content/2009/10/20/338/267259/a7dv6lGCCM.jpg
Seperti yg sudah banyak diberitakan, besok (9 desember 2009) bertepatan dengan hari Anti Korupsi, akan banyak demonstrasi baik yg dilakukan oleh ormas maun oleh mahasiswa.
Berikut rute pengalihan lalu lintas yang telah disiapkan:
  1. Dari arah Senayan menuju Bundaran HI akan dialihkan ke Jalan Bendungan Hilir, Pejompongan, menuju Tanah Abang
  2. Dari arah Senayan menuju Bundaran HI, bisa juga dialihkan melalui Dukuh atas menuju Tanah Abang
  3. Dari arah sebaliknya, Bundaran HI menuju Senayan, dialihkan menuju Sarinah atau Wahid Hasyim menuju Tanah Abang
  4. Sedangkan dari arah Harmoni yang melintas ke arah depan Istana dan Monas, akan dialihkan ke Jalan Cideng, Tanah Abang, atau Jalan Juanda
  5. Dari arah Salemba menuju Bundaran HI akan dialihkan melalui Jalan Diponegoro menuju Kebon Sirih
  6. Lalu lintas di kawasan Kompleks DPR RI akan dialihkan dari arah Grogol melalui Permata hijau menuju Blok M, bila ingin menuju Bundaran HI akan dialihkan ke Pejompongan6. Dari arah sebaliknya, Cawang ke Senayan, akan dialihkan melalui Jalan Sisingamangaraja
  7. Sedangkan di kawasan KPK akan dialihkan ke jalur-jalur alternatif di sekitar KPK
Informasi lebih lanjut bisa langsung menghubungi TMC Polda Metro Jaya di nomor 021-5276001.
sumber: http://reynaldi.wordpress.com/2009/12/08/rute-pengalihan-saat-demo-9-des-2009/

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Korupsi


Korupsi (bahasa Latincorruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok) atau rasuah adalah tindakan pejabat publik, baik politisi maupun pegawai negeri, serta pihak lain yang terlibat dalam tindakan itu yang secara tidak wajar dan tidak legal menyalahgunakan kepercayaan publik yang dikuasakan kepada mereka untuk mendapatkan keuntungan sepihak[1].
Dari sudut pandang hukum, tindak pidana korupsi secara garis besar memenuhi unsur-unsur sebagai berikut:
  • perbuatan melawan hukum,
  • penyalahgunaan kewenangan, kesempatan, atau sarana,
  • memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi, dan
  • merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.
Jenis tindak pidana korupsi di antaranya, namun bukan semuanya, adalah
  • memberi atau menerima hadiah atau janji (penyuapan),
  • penggelapan dalam jabatan,
  • pemerasan dalam jabatan,
  • ikut serta dalam pengadaan (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara), dan
  • menerima gratifikasi (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara).
Dalam arti yang luas, korupsi atau korupsi politis adalah penyalahgunaan jabatan resmi untuk keuntungan pribadi. Semua bentuk pemerintah|pemerintahan rentan korupsi dalam prakteknya. Beratnya korupsi berbeda-beda, dari yang paling ringan dalam bentuk penggunaan pengaruh dan dukungan untuk memberi dan menerima pertolongan, sampai dengan korupsi berat yang diresmikan, dan sebagainya. Titik ujung korupsi adalah kleptokrasi, yang arti harafiahnya pemerintahan oleh para pencuridimana pura-pura bertindak jujur pun tidak ada sama sekali.
Korupsi yang muncul di bidang politik dan birokrasi bisa berbentuk sepele atau berat, terorganisasi atau tidak. Walau korupsi sering memudahkan kegiatan kriminal seperti penjualan narkotika, pencucian uang, dan prostitusi, korupsi itu sendiri tidak terbatas dalam hal-hal ini saja. Untuk mempelajari masalah ini dan membuat solusinya, sangat penting untuk membedakan antara korupsi dan kriminalitas|kejahatan.
Tergantung dari negaranya atau wilayah hukumnya, ada perbedaan antara yang dianggap korupsi atau tidak. Sebagai contoh, pendanaan partai politik ada yang legal di satu tempat namun ada juga yang tidak legal di tempat lain.

Daftar isi

  [sembunyikan

[sunting]Kondisi yang mendukung munculnya korupsi

  • Konsentrasi kekuasan di pengambil keputusan yang tidak bertanggung jawab langsung kepada rakyat, seperti yang sering terlihat di rezim-rezim yang bukan demokratik.
  • Kurangnya transparansi di pengambilan keputusan pemerintah
  • Kampanye-kampanye politik yang mahal, dengan pengeluaran lebih besar dari pendanaan politik yang normal.
  • Proyek yang melibatkan uang rakyat dalam jumlah besar.
  • Lingkungan tertutup yang mementingkan diri sendiri dan jaringan "teman lama".
  • Lemahnya ketertiban hukum.
  • Lemahnya profesi hukum.
  • Kurangnya kebebasan berpendapat atau kebebasan media massa.
  • Gaji pegawai pemerintah yang sangat kecil.
mengenai kurangnya gaji atau pendapatan pegawai negeri dibanding dengan kebutuhan hidup yang makin hari makin meningkat pernah di kupas oleh B Soedarsono yang menyatakan antara lain " pada umumnya orang menghubung-hubungkan tumbuh suburnya korupsi sebab yang paling gampang dihubungkan adalah kurangnya gaji pejabat-pejabat....." namun B Soedarsono juga sadar bahwa hal tersebut tidaklah mutlak karena banyaknya faktor yang bekerja dan saling memengaruhi satu sama lain. Kurangnya gaji bukanlah faktor yang paling menentukan, orang-orang yang berkecukupan banyak yang melakukan korupsi. Namun demikian kurangnya gaji dan pendapatan pegawai negeri memang faktor yang paling menonjol dalam arti merata dan meluasnya korupsi di Indonesia, hal ini dikemukakan oleh Guy J Parker dalam tulisannya berjudul "Indonesia 1979: The Record of three decades (Asia Survey Vol. XX No. 2, 1980 : 123). Begitu pula J.W Schoorl mengatakan bahwa " di Indonesia di bagian pertama tahun 1960 situasi begitu merosot sehingga untuk sebagian besar golongan dari pegawai, gaji sebulan hanya sekadar cukup untuk makan selama dua minggu. Dapat dipahami bahwa dalam situasi demikian memaksa para pegawai mencari tambahan dan banyak diantaranya mereka mendapatkan dengan meminta uang ekstra untuk pelayanan yang diberikan". ( Sumber buku "Pemberantasan Korupsi karya Andi Hamzah, 2007)
  • Rakyat yang cuek, tidak tertarik, atau mudah dibohongi yang gagal memberikan perhatian yang cukup ke pemilihan umum.
  • Ketidakadaannya kontrol yang cukup untuk mencegah penyuapan atau "sumbangan kampanye".

[sunting]Dampak negatif

[sunting]Demokrasi

Korupsi menunjukan tantangan serius terhadap pembangunan. Di dalam dunia politik, korupsi mempersulit demokrasi dan tata pemerintahan yang baik (good governance) dengan cara menghancurkan proses formal. Korupsi di pemilihan umum dan di badan legislatif mengurangi akuntabilitas dan perwakilan di pembentukan kebijaksanaan; korupsi di sistem pengadilan menghentikan ketertiban hukum; dan korupsi di pemerintahan publik menghasilkan ketidak-seimbangan dalam pelayanan masyarakat. Secara umum, korupsi mengkikis kemampuan institusi dari pemerintah, karena pengabaian prosedur, penyedotan sumber daya, dan pejabat diangkat atau dinaikan jabatan bukan karena prestasi. Pada saat yang bersamaan, korupsi mempersulit legitimasi pemerintahan dan nilai demokrasi seperti kepercayaan dan toleransi.

[sunting]Ekonomi

Korupsi juga mempersulit pembangunanekonomi dan mengurangi kualitas pelayanan pemerintahan.
Korupsi juga mempersulit pembangunan ekonomi dengan membuat distorsi dan ketidak efisienan yang tinggi. Dalam sektor private, korupsi meningkatkan ongkos niaga karena kerugian dari pembayaran ilegal, ongkos manajemen dalam negosiasi dengan pejabat korup, dan risiko pembatalan perjanjian atau karena penyelidikan. Walaupun ada yang menyatakan bahwa korupsi mengurangi ongkos (niaga) dengan mempermudah birokrasi, konsensus yang baru muncul berkesimpulan bahwa ketersediaan sogokan menyebabkan pejabat untuk membuat aturan-aturan baru dan hambatan baru. Dimana korupsi menyebabkan inflasi ongkos niaga, korupsi juga mengacaukan "lapangan perniagaan". Perusahaan yang memiliki koneksi dilindungi dari persaingan dan sebagai hasilnya mempertahankan perusahaan-perusahaan yang tidak efisien.
Korupsi menimbulkan distorsi (kekacauan) di dalam sektor publik dengan mengalihkan investasi publik ke proyek-proyek masyarakat yang mana sogokan dan upah tersedia lebih banyak. Pejabat mungkin menambah kompleksitas proyek masyarakat untuk menyembunyikan praktek korupsi, yang akhirnya menghasilkan lebih banyak kekacauan. Korupsi juga mengurangi pemenuhan syarat-syarat keamanan bangunan, lingkungan hidup, atau aturan-aturan lain. Korupsi juga mengurangi kualitas pelayanan pemerintahan dan infrastruktur; dan menambahkan tekanan-tekanan terhadap anggaran pemerintah.
Para pakar ekonomi memberikan pendapat bahwa salah satu faktor keterbelakangan pembangunan ekonomi di Afrika dan Asia, terutama di Afrika, adalah korupsi yang berbentuk penagihan sewa yang menyebabkan perpindahan penanaman modal (capital investment) ke luar negeri, bukannya diinvestasikan ke dalam negeri (maka adanya ejekan yang sering benar bahwa ada diktator Afrika yang memiliki rekening bank di Swiss). Berbeda sekali dengan diktator Asia, seperti Soehartoyang sering mengambil satu potongan dari semuanya (meminta sogok), namun lebih memberikan kondisi untuk pembangunan, melalui investasi infrastruktur, ketertiban hukum, dan lain-lain. Pakar dari Universitas Massachussetts memperkirakan dari tahun 1970 sampai 1996, pelarian modal dari 30 negara sub-Sahara berjumlah US $187 triliun, melebihi dari jumlah utang luar negeri mereka sendiri. [1] (Hasilnya, dalam artian pembangunan (atau kurangnya pembangunan) telah dibuatkan modelnya dalam satu teori oleh ekonomis Mancur Olson). Dalam kasus Afrika, salah satu faktornya adalah ketidak-stabilan politik, dan juga kenyataan bahwa pemerintahan baru sering menyegel aset-aset pemerintah lama yang sering didapat dari korupsi. Ini memberi dorongan bagi para pejabat untuk menumpuk kekayaan mereka di luar negeri, di luar jangkauan dari ekspropriasi di masa depan.

[sunting]Kesejahteraan umum negara

Korupsi politis ada di banyak negara, dan memberikan ancaman besar bagi warga negaranya. Korupsi politis berarti kebijaksanaan pemerintah sering menguntungkan pemberi sogok, bukannya rakyat luas. Satu contoh lagi adalah bagaimana politikus membuat peraturan yang melindungi perusahaan besar, namun merugikan perusahaan-perusahaan kecil (SME). Politikus-politikus "pro-bisnis" ini hanya mengembalikan pertolongan kepada perusahaan besar yang memberikan sumbangan besar kepada kampanye pemilu mereka.

[sunting]Bentuk-bentuk penyalahgunaan

Korupsi mencakup penyalahgunaan oleh pejabat pemerintah seperti penggelapan dan nepotisme, juga penyalahgunaan yang menghubungkan sektor swasta dan pemerintahan sepertipenyogokanpemerasancampuran tangan, dan penipuan.

[sunting]Penyogokan: penyogok dan penerima sogokan

Korupsi memerlukan dua pihak yang korup: pemberi sogokan (penyogok) dan penerima sogokan. Di beberapa negara, budaya penyogokan mencakup semua aspek hidup sehari-hari, meniadakan kemungkinan untuk berniaga tanpa terlibat penyogokan.
Negara-negara yang paling sering memberikan sogokan pada umumnya tidak sama dengan negara-negara yang paling sering menerima sogokan.
Duabelas negara yang paling minim korupsinya, menurut survey persepsi (anggapan tentang korupsi oleh rakyat) oleh Transparansi Internasional di tahun 2001 adalah sebagai berikut:
Menurut survei persepsi korupsi , tigabelas negara yang paling korup adalah:
Namun demikian, nilai dari survei tersebut masih diperdebatkan karena ini dilakukan berdasarkan persepsi subyektif dari para peserta survei tersebut, bukan dari penghitungan langsung korupsi yg terjadi (karena survey semacam itu juga tidak ada)

[sunting]Sumbangan kampanye dan "uang haram"

Di arena politik, sangatlah sulit untuk membuktikan korupsi, namun lebih sulit lagi untuk membuktikan ketidakadaannya. Maka dari itu, sering banyak ada gosip menyangkut politisi.
Politisi terjebak di posisi lemah karena keperluan mereka untuk meminta sumbangan keuangan untuk kampanye mereka. Sering mereka terlihat untuk bertindak hanya demi keuntungan mereka yang telah menyumbangkan uang, yang akhirnya menyebabkan munculnya tuduhan korupsi politis.

[sunting]Tuduhan korupsi sebagai alat politik

Sering terjadi dimana politisi mencari cara untuk mencoreng lawan mereka dengan tuduhan korupsi. Di Republik Rakyat Cina, fenomena ini digunakan oleh Zhu Rongji, dan yang terakhir, oleh Hu Jintao untuk melemahkan lawan-lawan politik mereka.

[sunting]Mengukur korupsi

Mengukur korupsi - dalam artian statistik, untuk membandingkan beberapa negara, secara alami adalah tidak sederhana, karena para pelakunya pada umumnya ingin bersembunyi. Transparansi InternasionalLSM terkemuka di bidang anti korupsi, menyediakan tiga tolok ukur, yang diterbitkan setiap tahun: Indeks Persepsi Korupsi (berdasarkan dari pendapat para ahli tentang seberapa korup negara-negara ini); Barometer Korupsi Global (berdasarkan survei pandangan rakyat terhadap persepsi dan pengalaman mereka dengan korupsi); dan Survei Pemberi Sogok, yang melihat seberapa rela perusahaan-perusahaan asing memberikan sogok. Transparansi Internasional juga menerbitkan Laporan Korupsi Global; edisi tahun 2004 berfokus kepada korupsi politis. Bank Dunia mengumpulkan sejumlah data tentang korupsi, termasuk sejumlah Indikator Kepemerintahan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

negara paling korup di dunia

Hampir di separuh negara-negara sedunia, korupsi tidak berkurang, malah kian marak di sebagian besar negara-negara tersebut, dan nyata-nyata mempengaruhi setiap segi kehidupan masyarakat di setiap benua.
Setahun lalu, penelitian organisasi pengawas internasional – Transparency International (TI) – mengungkapkan sebanyak 72 dari 158 negara tergolong korup. Hanya sedikit negara, terutama India, berhasil dengan susah payah melepaskan diri keluar dari kelompok negara korup tersebut, sementara negara-negara lain, seperti Iran, sebaliknya malah makin mantap berada di kelompok tersebut.

Haiti

negara korup
Kepolisian masih terus menjadi faktor sentral korupsi di Haiti meski nyatanya korupsi terjadi semua instansi pemerintah. Karena polisi juga merupakan pejabat resmi yang sehari-harinya berurusan paling dekat dengan warga masyarakat, korupsi di kepolisianlah yang berperan penting jadi penyebab berubahnya sifat kehidupan sehari-hari di Haiti, merasuki segenap lapisan masyarakat dan tata cara berbisnis di sana.

Myanmar

negara korup
Di Negara diktator yang kejam ini, di mana petinggi militer yang tegas memerintah dengan tangan besi dan terus menindas masyarakat sipil di semua aras, korupsi sudah menyebar luar. Biaya siluman dan pungutan liar harus ditanggung rakyat bahkan demi memperoleh pelayanan dalam hal-hal mendasar dari pemerintah.

Irak

negara korup
Berlimpahnya dana yang masuk bergulir di negara ini – khususnya dana kemiliteran dan bantuan pembangunan kembali dari Amerika Serikat – sementara sebagian besar struktur masyarakat sudah hancur, menjadi pemicu berjangkitnya korupsi di semua tingkat. Di luar peristiwa penculikan dan uang tebusannya, Transparency International menyatakan telah melakukan penelitian di pertengahan pertama 2006 sewaktu dana yang diurus Badan Koalisi Sementara (Coalition Provisional Authority) sudah banyak terpakai dan tak lagi diperoleh. Maka pemerintah Irak saat itu sudah mengurus keuangannya sendiri dan di situlah korupsi merajalela. Para pebisnis internasional dari pelbagai negara yang mengelompok di Baghdad harus menghadapi kenyataan bahwa urusan yang menyangkut uang, kredit ekspor, kontrak serta sejumlah fungsi pemerintahan sehari-hari semuanya jadi sasaran pungutan liar.

Guinea

negara korup
Negara ini selama 3 tahun terakhir mengalami krisis politik. Presiden yang saat ini berkuasa, juga korup, sudah memerintah selama 20 tahun dan tekanan dari masyarakat makin besar menuntut pergantian rezim. Pemogokan umum selama sebulan baru berakhir bulan lalu. Masyarakat mendesak presiden menunjuk perdana menteri baru. Transaksi-transaksi paling kontroversial dan korup adalah yang menyangkut sektor pertambangan, khususnya aluminium. Menurut penelitian TI, ada pendapat sama di antara para pebisnis asing bahwa untuk bisa berbisnis di Guinea, mereka harus “menyuap orang di puncak”.

Sudan

negara korup
Ada kejadian penting yakni digantinya perusahaan Kanada yang tadinya menguasai pemboran minyak di Sudan (negara produsen minyak nomer 3 terbesar di Afrika), dengan sebuah perusahaan Cina yang mengambil alih kontrak setelah pihak Kanada mendapati korupsi dan pelanggaran HAM sudah begitu parah merajalela hingga sulit bagi perusahaan untuk bekerja baik. Perusahaan Cina itu sekarang menangani 90% dari produksi minyak Sudan dan mengontrol penyaluran minyak lewat jaringan pipa di Sudan selatan ke pelabuhan laut.
Pejabat-pejabat Cina menolak mengomentari situasi HAM di sana dan para petugas TI menyatakan Cina “tak terlalu risau akan keharusan menyuap pemerintah Khartoum.”

Republik Demokrasi Kongo

negara korup
Tembaga di daerah Katanga, sementara di bagian lain negara ini ada emas, uranium dan terutama coltan (suatu material langka yang dipakai pada chip di dalam setiap ponsel) semuanya itu terus memicu korupsi merajalela di seantero negara ini. Pemilihan presiden baru hanya sedikit pengaruhnya untuk bisa menghentikan korupsi maupun kekerasan yang meletus lagi di pusat ibu kota Kinshasa. Sang presiden adalah penerima utama upeti rutin yang dibayarkan perusahaan-perusahaan pertambangan. Mereka bersedia mempraktekkan penyuapan yang jumlahnya menggiurkan itu yang memang sudah menjadi endemi baik kini maupun dulu semasa pemerintahan rezim salah satu pemimpin terkorup dalam sejarah Afrika, yaitu Mobutu Sese-seko.

Chad

negara korup
Chad memperbaiki peringkat dari nomor 1 ke nomor 7 negara terkorup setelah badan bantuan internasional, khususnya Bank Dunia, berupaya mengontrol ketat salah satu penyelewengan paling memuakkan atas dana bantuan kemanusiaan. Penghasilan dari pengoperasian jaringan pipa minyak Chad-Kamerun yang biaya pemasangannya sebagian didanai Bank Dunia dan dioperasikan oleh konsorsium Exxon Mobil-Led, tadinya dimaksud untuk bantuan pangan bagi rakyat miskin di kedua negara. Namun, 30 juta dollar diantaranya diselewengkan untuk membeli senjata guna mempertahankan kekuasaan presiden Idriss Deby. Bank Dunia, yang presidennya Paul Wolfowitz sangat malu oleh peristiwa itu, menghentikan aliran dana lebih dari setahun yang lalu.

Bangladesh

negara korup
Konflik antara pemerintah dengan masyarakat sipil terus berlangsung seiring masih terjadinya penindasan dan korupsi di seluruh jajaran pemerintahan, terutama di kalangan pengadilan dan politik, yang sering mengimbas ke sektor privat. Di bulan Maret, pemerintahan baru yang didukung militer memenjarakan setidaknya 40 pimpinan terkemuka bisnis dan pemerintahan dari dua parpol utama dalam apa yang digambarkan sebagai kelanjutan pembongkaran kasus korupsi, namun para pejabat TI hanya sedikit terkesan. Namun begitu, setelah 5 tahun berturut-turut menempati urutan pertama negara terkorup, Bangladesh telah menandatangani konvensi anti korupsi PBB dan kini memperbaiki peringkat ke no.8

Uzbekistan

negara korup
Negara ini adalah yang paling korup diantara 5 bekas Republik Soviet dan kini makin terbenam dalam kisruh korupsi dan kerusuhan – tak henti-hentinya terjadi gejolak dan konflik di bawah apa yang oleh kementrian luar negeri AS digambarkan sebagai pemerintahan otoriter presiden Karimov, seorang petinggi komunis yang masih bertahan dari rezim lama. Pemerintahan dengan keras menindas oposisi namun sekaligus membiarkan maraknya korupsi yang sudah merasuki masyarakat luas, termasuk jajaran eksekutif. Penyuapan diperlukan sewaktu mengurus apa saja, mulai dari agar bisa diterima di suatu institusi pendidikan sampai agar mendapat keputusan yang dikehendaki dalam perkara pelanggaran lalu lintas atau tuntutan hukum.

Guinea Ekwator

negara korup
Sebagai salah satu produsen minyak terkecil dunia, negara ini juga termasuk yang terkorup. Tapi, mungkin karena desakan perusahaan minyak besar yang beroperasi di sana, khususnya Exxon Mobil, ada sedikit perbaikan meski presiden Teodoro Obiang Nguema yang korup masih berkuasa. Sekarang memang sudah kian mungkin melakukan bisnis secara layak pada dasarnya, asalkan orang setuju bahwa 30% dari semua dana, termasuk laba minyak, langsung masuk kantong Nguema. Begitulah disana sistem korupsinya kini lebih rasional dan teratur dibandingkan
sebelumnya yang nyaris bagai anarki total

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Pemerintahan


Pemerintah

Bentuk pemerintahan
Seri ini adalah bagian dari
seri Politik
Portal Politik • edit
Pemerintah adalah organisasi yang memiliki kekuasaan untuk membuat dan menerapkan hukum serta undang-undang di wilayah tertentu. Ada beberapa definisi mengenai sistem pemerintahan. Sama halnya, terdapat bermacam-macam jenis pemerintahan di dunia.

[sunting]Macam-macam pemerintahan

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0